Wednesday, 4 December 2013

Diujung Negeri Indonesia, Di Tapal Batas...

Diujung Negeri Indonesia, Di Tapal Batas,
Ya begitulah ungkapan dan perasaanku ketika pertama kalinya menginjakkan kaki didaerah perbatasan antara kalimantan dan malaysia, diujung Indonesia bernama kecamatan kayan selayan desa Long Ampung.

Kecamatan Kayan Selatan dari atas lokasi tower

Kecamatan tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat perintis seperti Susi Air dan Aviastar lama perjalanan sekitar 1-1.20 Jam tergantung cuaca, aksesnya bisa dari Tanjung Selor atau Malinau.

Pesawat Perintis

Awal bulan yang lalu, aku mendapatkan projek dari kantorku untuk memasang perangkat telekomunikasi didaerah sana, maklum didaerah tersebut belum ada sinyal sama sekali meskipun di desa ada rumah-rumah yang menyediakan wartel vsat dan harganya pun cukup menguras isi kantong...permenitnya dihargai 6 ribu rupiah.

Harga sembako dan kebutuhan sehari-hari sangat melangit harganya hampir 2-3 kali lipat dari harga umum,
seorang TNI Perbatasan bergumam padaku, Dia mempunyai istilah untuk mengomentari harga sembako yang selangit itu dengan slogan " Dada Garuda, Perut Malaysia"

Pos TNI PAMTAS

Dada Garuda, Perut Malaysia, mempunyai jiwa nasionalis yang tinggi terhadap negara,tetapi mereka (*masyarakat perbatasan) jarang membeli sembako di negaranya sendiri, mereka malah lebih memilih untuk membeli sembako dinegeri tetangga.

tiga minggu lamanya aku tinggal di desa Long Ampung, Alhamdulillah dapat tinggal enak dirumah pak Camat,jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk penginapan yang perkepala dihargai 300 rb permalam,#Busyeett dah

Kondisi lingkungan disini memang  sangat dingin,serasa tinggal dipuncak bogor atau malang...
Masyarakatnya kebanyakan menjalani kehidupan dengan bercocok tanam diladang, Suku didesa ini yaitu suku dayak kenya,meskipun aku orang kalimantan,aku masih tetap saja tidak mengerti dan berbicara bahasa dayak,hehehe...
Embun di pagi hari

Masyarakat Dayak Kenya,sangat ramah dan terbuka dengan pendatang,mereka sering menyebut pendatang dengan istilah "Orang Alok" atau " Orang Asing",

seiring berjalannya waktu selama 1 minggu lebih pekerjaanku sudah selesai untuk bagian transmisi menggunakan media VSAT,yang menghubungkan antara Long Ampung dengan Balikpapan,kenapa Balikpapan karena pusat "Operator Paling Indonesia" di wilayah Kalimantan berada disana.

Seminggu aku menunggu kehadiran orang tower yang tak kunjung datang,sembari juga aku mengisi hari-hariku dengan berkeliling kampung dengan melewati jembatan gantung,bertegur sapa dengan masyarakat dayak, bercengkrama sambil mendengarkan curhatan TNI Pengaman Perbatasan yang sudah lama merantau,berkenalan dengan anak pak pendeta yang cantik dan putihnya seperti orang korea,(*kalau mau memperbaiki keturunan cari orang sini saja,hueeehuee).

foto dulu disite

tepat tanggal 25 November,Hari Senin jam 6 sore akhirnya masyarakat kecamatan kayan selatan bisa menikmati sinyal seluler,Senang & Bahagia rasanya bergejolak dalam hati...Sujud syukur atas kemudahan yang Allah berikan kepada kami tim yang mengerjakan proyek ini bisa berhasil dan berjalan dengan lancar.
Seketika juga Pak Camat,langsung menghubungi Pak Bupati Malinau bahwa kecamatan beliau sudah bisa menikmati sinyal seluler dan berencana mau mengadakan syukuran sekaligus peresmian tower.

 peresmian tower 3 Desember oleh pak bupati,*fotonya dikirim sama TNI

tanggal 28 nya aku meninggalkan long ampung untuk kembali ke Tarakan menggunakan pesawat Susi Air bersama orang tower dan PIC Tower.
Ya Aku berharap semoga jaringan disana tetap stabil,sehingga masyarakat disana dapat berkomunikasi dengan masyarakat diluar untuk memberikan kelancaran pembangunan disana Diujung Negeri Indonesia Di Tapal Batas.

Tarakan, 4 Desember 2013


No comments: