Friday, 25 February 2011

Pertemuanku dengan seorang anak kecil di Stasiun

Setelah menunaikan ibadah sholat maghrib di musholla stasiun purwokerto kemudian aku memutuskan untuk mengelilingi stasiun. Langkah kaki ku pun terhenti di kursi tunggu.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil mencoba menyapaku...
Anak Kecil : Mas mau kemana?

Aku : Mau ke Yogyakarta de, Lah ade sendiri mau kemana?

Anak Kecil : Mau Ke Kroya Mas, mau nyari kerjaan.

Aku : Nama Ade Siapa?..Anak Kecil : Ujang Kamal, Kalau di Bandung saya di Panggil Ujang dan kalau di Kutarejo saya di panggil Kanal, sahut anak itu dengan logat bahasa sundanya.

Aku : Lah di Purwokerto ade ngapain toh?

Anak Kecil : Lagi nyari bapak saya mas, Bapak saya sudah lama pergi dari rumah untuk mencari kerjaan di Purwokerto, Sekarang saya tinggal sendiri mas karena ibu saya meninggal semenjak dua tahun yang lalu karena penyakit jantung.
 
Aku : innalillahi wainnailaihi rojiun,sahutku

Anak Kecil : Saya mau nyari bapak, karena bapak tidak tahu ibu telah meninggal dunia. Saya bingung mas harus nyari kemana lagi soalnya saya tidak punya fotonya sehingga saya sangat sulit untuk mencari bapak. Terlalu lama saya di Purwokerto saya bingung harus mencari bapak kemana karena saking luasnya kota purwokerto dan rencana mencari kerja pun tidak jadi.

Anak Kecil : Saya pengen ke Kroya saja Mas, mau nyari kerja disana. Kebetulan saya mempunyai kenalan seseorang mba-mba yang tinggal di Kroya.

Aku : Lah ade emangnya nda sekolah?

Anak Kecil : Saya sudah lulus kelas 3 SMP Mas, Tapi tidak bisa ngelanjutin lagi berhubung tidak ada biaya.

Anak Kecil : Mas Punya Nomor IM3 nda?Kalau ada saya boleh pinjam tidak?

Aku : Boleh, Ini de tapi tunggu sebentarnya mas ganti dulu sim cardnya.
 Kebetulan di dalam dompetku ada simcard IM3 dan pulsanya pun masih jarang dipakai
Aku : Ini de Hp nya di pake aj.
Dia pun menelpon nomor hp kenalan dia tersebut yang bernama Aisyah kalau aku tidak salah.

Anak Kecil : Assalamu Alaikum...
Ia mengucapkan salam diawal percakapanya, Mba Aisyah masih ingat dengan saya si Ujang yang pernah berkenalan sama mba waktu du Musholla...

Pertanyaan pun terlontar dari mulutnya,
Mba Aisyah ada punya kerjaan nda, kerja apa saja lah yang penting halal?
Saya pengin cari duit biar saya dapat makan sehari-hari mba.

Belum sempat mba Aisyah menjawab,
Terlihat cahaya lampu kereta api dari arah barat stasiun, Gaya Baru Malam kelas Ekonomi tujuan stasiun Gubeng Surabaya dan akhirnya percakapan si Ujang pun berhenti setelah ia menanyakan alamat rumah mba Aiyah.

Anak Kecil : Mas kita berangkat bareng ya, kebetulan kita satu arah.

Aku : Ade catatan nomor hpnya mas,kalau-kalau ade ada perlu mungkin mas nanti bisa bantu.
kapan-kapan nanti maen aja ke kostnya mas.

Kami pun saling berbagi cerita sembari kereta api yang mulai meninggalkan stasiun.

Anak Kecil : Mas mau ngapain ke Jogja?

Aku : Mas mau ngambil laptop mas de. kemarin laptop mas rusak dan mas tinggal dulu di jogja berhubung mas belum punya uang buat membayar servicenya.

Adik Kecil : Owh....

Adik Kecil : Mas kemarin aku kecopetan dompet dan hp ade di dalam tas hilang ketika ade sudah bangung kaena tertidur dari stasiun bandung ke purwokerto. Hanya uang 2000 rupiah yang tersisa di dalam kantong saku.

Sungguh malan sekali nasib si Ujang...dalam rintihan perasaanku.
Keceriaan dan canda tawa mengiringi perjalanan kami dari purwokerto menuju ke kroya sambil menikmati permen mentor rasa buah sebagai pelepas dahaga dalam perjalananku.


Hatiku pun berkata,
Meskipun keadaanya seperti itu ia masih bisa tersenyum dan ceria seakan-akan ia tidak ada mempunyai beban berat dalam pikirannya.

Banyak pelajaran hidup yang aku dapatkan dari seorang Ujang...
Dia mengajarkanku bagaimana mensyukuri hidup karena disampingku masih ada kedua orang tua yang aku sayangi selalu karena merawat dan membiayai hidupku hingga sampai sekarang.
Dia mengajarkanku bagaimana mensyukuri nikmati yang diberikan Allah SWT dam bagaimana mengahadapi semua permasalahan hidup dengan tenang serta belajar untuk mejadi dewasa dengan pemikiran yang matang.


No comments: